MATERI SENI BUDAYA KELAS XII SEMESTER 2 "SENI RUPA 3D"


Kamu sudah mengenal dan mempelajari karya seni rupa yang berdimensi
dua dan berdimensi tiga. Kamu juga sudah pernah mencoba berkarya seni
rupa dua dimensi. Pada bahasan ini kamu akan mempelajari dan membuat
kembali karya seni rupa tiga dimensi.
Cobalah pelajari kembali materi bahan ajar di kelas X dan XI tentang
apresiasi dan berkarya seni rupa tiga dimensi kemudian perkuat pemahaman
kamu dengan mempelajari bab ini.

Ketika kamu melihat sebuah karya seni rupa tiga dimensi, aspek apa
saja yang kamu lihat?
Coba kamu amati gambar di bawah ini untuk mengidentifikasi aspekaspek
tersebut!




Dalam pembelajaran seni rupa, salah satu pengertian “simbol” adalah
makna yang dikandung dalam karya seni rupa baik pada wujud objeknya maupun pada unsur-unsur rupanya.Diantara karya seni rupa tiga dimensiyang dapat memiliki makna dan
simbol tertentu. adalah patung, tugu dan monumen. Kebiasaan untuk membuat
patung, tugu dan, monumen yang melambangkan atau menyimbolkan sesuatu
sudah dilakukan orang sejak zaman dahulu.Karya seni rupa tiga dimensi ini ada
yang terbuat dari kayu, batu dan logam. Karya-karya seni rupa ini dibuat untuk
memperingati tokoh, peristiwa penting atau untuk menandai tempat-tempat
bersejarah. Tokoh orang yang berjasa atau yang dihormati oleh masyarakat
sering dibuatkan patungnya. Patung itu menjadi simbol ketokohannya dalam
melambangkan kekuatan, kepahlawanan dan perjuangannya.Banyak tokoh
orang yang berjasa di negara kita. Ketokohan dan perjuangan orang–orang
tersebut dikenang hingga saat ini, dijadikan tauladan bagi masyarakat dan
bangsa.

 B. Nilai Estetis Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Nilai estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat objektif dan subjektif.
Nilai estetis bersifat objektif jika memkamung keindahan karya seni rupa
berada pada wujud karya seni itu sendiri dan tampaksecara kasat mata. Dalam
pandangan objektif ini, nilai estetis atau keindahan sebuah karya seni rupa
tersusun dari komposisi yang baik, perpaduan warna yang sesuai, penempatan
objek yang membentuk kesatuan dan sebagainya. Keselarasan dalam menata
unsur-unsur visual inilah yang mewujudkan sebuah karya seni rupa.
Berbeda halnya dengan nilai estetis yang bersifat subjektif, keindahan
tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang ditangkap oleh mata secara visual,
tetapi ditentukan oleh selera orang yang melihatnya.


Komentar

Postingan Populer